UA-66241364-1 LOVE SUMBAWA: Destinasi

Istana Dalam Loka

Istana Dalam Loka merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan yang berlokasi di kota Sumbawa Besar. Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III (1883-1931).

Pulau Moyo

Pulau Moyo merupakan salah satu objek wisata yang indah dan eksotis dari sekian banyak objek wisata yang berada di pulau Sumbawa. Pulau dengan luas kurang-lebih 32.000 hektar yang sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan dan pantai yang alami dengan berbagai hewan yang hidup di dalamnya ini terletak sekitar 2.5 KM sebelah utara Pulau Sumbawa..

Tanjung Menangis / Ai Loang

Pantai ini memiliki keunikan dan keistimewaan yang mempesona. Salah satu ciri khas pantai tanjung menangis adalah Hamparan pasir putih, panorama sunset over the sea dan terumbu karang yang masih terjaga.

Kisah Inspiratif Pemuda Sumbawa

Metrotvnews.com, Jakarta: Muda, kreatif, dan pekerja keras. Sekilas terlihat pada sosok anak muda putra daerah Sumbawa. Belum lulus kuliah saja dia sudah mampu meraup untung puluhan juta rupiah layaknya bos kantoran.

Festival Moyo

Even tahunan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengkampanyekan pariwisata Pulau Sumbawa. Selain itu, mempublikasikan keanekaragaman dan kekayaan Tana Samawa (daerah Sumbawa) kepada masyarakat luar, baik nasional maupun internasional.

Wednesday, 12 August 2015

Rilis Klik Hotel - 7 Tempat Wisata di Sumbawa yang Wajib Dikunjungi

Beberapa orang kerap keliru saat membedakan Sumba dan Sumbawa. Sumba dan Sumbawa itu berbeda, lho! (Hayo, kita ingat-ingat lagi pelajaran IPS jaman SD dulu! Hohoho). Sumba atau Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Sumbawa adalah sebuah pulau yang terletak di Nusa Tenggara Barat. Dengan keindahan alamnya yang memukau, Sumbawa menyimpan potensi wisata yang seru dan menyenangkan. Berikut 7 obyek wisata di Sumbawa yang bisa Anda kunjungi:

1. Dalam Loka (The Old Palace)

Istana Tua Dalam Loka
Istana Tua Dalam Loka
Istana Tua Dalam Loka (The Old Palace) didirikan pada tahun 1885 M pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III. Istana yang terbuat dari kayu ini tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Kayu jati besar yang digunakan untuk membangun istana ini berasal dari hutan jati di pelosok desa sekitar istana. Sementara seng untuk atapnya didatangkan dari Singapura. Bangunan istana ini sarat akan pesan filosofis ‘adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko kitabullah’. Artinya adalah bahwa semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan harus bersemangatkan syariat Islam. Saat ini Istana Tua Dalam Loka digunakan sebagai Museum Daerah Sumbawa. Istana Tua Dalam Loka ini terletak di pusat kota Sumbawa. Anda dapat menggunakan kendaraan umum untuk pergi ke sana.

2. Bala Kuning (The Yellow House)

Bala Kuning
Bala Kuning
bagian dalam Bala Kuning
bagian dalam Bala Kuning
Bala Kuning merupakan rumah tempat tinggal keluarga Sultan Sumbawa (saat ini menjadi tempat tinggal Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa ke 17 pada 5 April 2011). Sesuai dengan namanya, Bala Kuning yang dibangun sekitar tahun 1784 ini memiliki ornamen warna kuning. Di Bala Kuning, Anda dapat menjumpai berbagai benda pusaka Kesultanan Sumbawa, seperti mahkota, bodong, sarpedang, payung kamutar, tear (tombak /lembing), keris, pakaian kebesaran sultan dan aneka macam pusaka lainnya. Di Bala Kuning juga terdapat Al Qur’an ukuran besar tulisan tangan karya Muhammad Ibnu Abdullah Al Jawi yang dibuat pada sekitar tahun 1784. Bala Kuning berlokasi di Jl Dr Wahidin, Sumbawa Besar.

3. Pantai Kencana

Pantai Kencana
Pantai Kencana
Indonesia Timur sangat dikenal akan keindahan pantainya. Maka jangan lupa untuk menengok Pantai Kencana. Pantai Kencana terletak 11 km dari Sumbawa Besar, kira-kira Anda hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 15 menit dari pusat kota untuk sampai ke Pantai Kencana. Pantai Kencana memiliki garis pantai yang melengkung di mana kedua ujungnya memiliki warna tersendiri. Di lengkungan sebelah kanan terdapat batu karang yang senantiasa dihempas ombak. Pasirnya putih bersih dan air lautnya biru. Pantai Kencana ini sudah memiliki berbagai fasilitas, seperti hotel dan cottage yang bentuknya mirip bangunan khas daerah Sumbawa.

4. Desa Poto

Tenun Sumbawa
Tenun Sumbawa
Salah satu obyek wisata di Sumbawa adalah desa wisata Poto. Desa wisata Poto terletak di Kecamatan Moyo Hilir, sekitar 13 km dari kota Sumbawa Besar. Anda dapat mencapai Desa Poto ini dengan menggunakan jalur darat dengan kendaraan umum. Desa Poto ini masih sangat menjaga kelestarian budaya daerahnya. Anda dapat melihat pembuatan tenun Sumbawa, pembuatan gerabah, dan berbagai atraksi permainan rakyat seperti pacuan kuda dan karapan kerbau. Namun, pacuan kuda dan karapan kerbau hanya dapat Anda jumpai saat masa sehabis panen. Klikers jangan lupa untuk membeli tenunan Sumbawa yang sangat terkenal ini.

5. Pulau Moyo

Pulau Moyo
Pulau Moyo
Pantai Ai Manis
Pantai Ai Manis
Air Terjun Mata Jitu (Queen Waterfall)
Air Terjun Mata Jitu (Queen Waterfall)
Sejauh ini, tempat wisata di Sumbawa yang paling dikenal mungkin adalah Pulau Moyo. Pulau Moyo ini sangat terkenal karena alm. Lady Di pernah berkunjung ke pulau ini. Daya tarik yang dimiliki Pulau Moyo antara lain adalah keindahan alam bawah lautnya. Sembari snorkeling atau diving, Anda dapat menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan tropis yang cantik. Anda juga dapat menjumpai hiu putih dan ikan pari. Sementara di darat, dua per tiga dari Pulau Moyo merupakan cagar alam yang menjadi habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius). Saat di Pulau Moyo, sempatkanlah untuk berkunjung ke Air Terjun Mata Jitu. Air terjun yang juga dikenal dengan sebutan Queen Waterfall ini pernah dikunjungi oleh Lady Di. Di Pulau Moyo, sempatkan juga untuk melihat sunset di Pantai Ai Manis yang memiliki hamparan pasir putih nan indah. Untuk menuju Pulau Moyo, Anda dapat menyebrang dengan kapal dari Pantai Kencana dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

6. Pantai Sili dan Maci

Pantai Sili- Maci
Pantai Sili- Maci
Pantai Sili dan Maci berlokasi di Dusun Teloi, Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Dua pantai ini letaknya memang sangat berdekatan sehingga lebih sering disebut sebagai Pantai Sili – Maci. Pantai ini dikenal memiliki gulungan ombak yang besar dan panjang sehingga pantai ini menjadi salah satu tujuan surfing. Konon, Pantai Sili – Maci ini memiliki keganasan ombak terbaik ketiga di dunia setelah Hawaii dan Tahiti. Sayangnya, akses menuju Pantai Sili dan Maci ini masih sulit. Hal ini pulalah yang menyebabkan Pantai Sili dan Maci kalah pamor dibandingkan Pantai Lakey (Kabupaten Dompu) dan Pantai Jelenga (Kabupaten Sumbawa Barat). Untuk sampai ke Pantai Sili dan Maci, Anda harus menempuh perjalanan darat sekitar 6 jam. Saat ini Pantai Sili dan Maci mulai melengkapi diri dengan hotel dan penginapan.

7. Liang Petang

Gua Liang Petang
Gua Liang Petang
Bagian dalam Gua Liang Petang
Bagian dalam Gua Liang Petang
Bagi Anda yang takut gelap, obyek wisata di Sumbawa yang satu ini mungkin agak menakutkan bagi Anda. Hehehe. Liang Petang merupakan perpaduan kata “liang” yang artinya gua dan “petang” yang artinya gelap. Gua Liang Petang ini memang sangat gelap sehingga Anda wajib untuk membawa senter jika ingin melihat-lihat keindahan di dalam gua. Selain melihat kecantikan stalaktit dan stalakmit, di Gua Liang Petang ini kita juga dapat melihat tempat yang dikhususkan untuk bertapa, batu yang bentuknya seperti makam, batu berbentuk manusia, balai-balai (pantar) dan juga alat tenun. Gua Liang Petang terletak di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu, sekitar 29 km dari Sumbawa Besar.
Nah, setelah membaca 7 obyek wisata di Sumbawa ini, saya rasa Klikers akan tertarik untuk memasukkan Sumbawa sebagai salah satu destinasi wisata Anda di tahun 2015 ini. Jika Anda berkunjung ke Bali, sudah lebih mudah untuk meneruskan ke Sumbawa. Dari Bali, Anda bisa lanjut ke Lombok, setelah itu melanjutkan perjalanan selama 6-7 jam ke Sumbawa Besar. Anda juga dapat menggunakan jalur udara, namun tidak setiap hari ada penerbangan ke Sumbawa. Yuk, kita liburan ke Sumbawa!
Sumber: http://klikhotel.com/blog/7-tempat-wisata-di-sumbawa-yang-wajib-dikunjungi/


Wednesday, 5 August 2015

Pulau Moyo

Pesona Alam Pulau Moyo Nan Eksotis



 Pulau Moyo merupakan salah satu objek wisata yang indah dan eksotis dari sekian banyak objek wisata yang berada di pulau Sumbawa. Pulau dengan luas kurang-lebih 32.000 hektar yang sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan dan pantai yang alami dengan berbagai hewan yang hidup di dalamnya ini terletak sekitar 2.5 KM sebelah utara Pulau Sumbawa.

Di karenakan masih sangat alami, maka di sarankan pengunjung menggunakan jasa pemandu untuk memasuki pulau Moyo. Hal ini bisa di lihat dengan banyaknya berkeliaran hewan liar yang masih hidup di habitat aslinya seperti, rusa timor dan satwa besar lainnya yang ditetapkan sebagai satwa buru, seperti banteng, sapi liar, dan babi hutan.

Di pulau ini juga hidup berbagai jenis burung langka yang dilindungi. Burung-burung itu di antaranya kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), burung gosong (Megapodius reinwardt), dan koakiau/cikukua tanduk (Philemon buceroides), serta berbagai jenis burung lainnya seperti beo sumbawa (Gracula religiosa venerata), punglor (Zoothera sp), dan ayam hutan (Gallus sp).

Oleh karena itu Pemerintah telah menetapkan sejumlah wilayah Pulau Moyo sebagai kawasan Taman Wisata Alam Laut seluas 6.000 hektar (ha) dan Taman Buru seluas 22.250 ha.

Pulau Moyo memiliki sejuta pesona dengan hamparan pantai berpasir putih, keindahan taman lautnya dan hutan tropis yang didalamnya terdapat sungai-sungai, air terjun dan gua. Daerahnya sangat tenang dan sunyi. Namun, justru kesunyian pulau inilah yang banyak diburu kalangan elite, bahkan menjadi destinasi wisata kelas dunia karna sangat cocok bagi mereka yang ingin menenangkan diri dan jauh dari keramaian. Bila anda salah satunya maka Wisata ke Pulau Moyo merupakan pilihan yang sangat tepat.

Apalagi setelah mendiang Putri Diana mengunjungi pulau ini pada pertengahan Agustus 1993. Selama tiga hari putri terpopuler di Inggris itu tinggal di Pulau Moyo. Nama pulau ini pun kian mendunia. Pulau Moyo memang jadi salah satu tempat favorit Putri Diana, salah satunya ya karena tenang, jauh dari kebisingan dan keramaiannya tersebut.

Dari pengakuan sejumlah warga setempat, sejumlah artis Hollywood, termasuk musisi Mick Jagger, serta mantan kiper nasional Belanda dan mantan kiper Manchester United, Edwin van der Sar, juga pernah berkunjung ke pulau ini.

Untuk menuju ke Pulau Moyo, akses dari Pulau Sumbawa untuk umum bisa menggunakan transportasi laut namun masih terbatas. Para backpacker bisa menggunakan penyeberangan rakyat yang tersedia setiap hari. Kapal rakyat dari Pulau Moyo itu tiba ke Pelabuhan Muara Kali di Sumbawa sekitar pukul 09.00 pagi. Berangkat ke Pulau Moyo lagi pukul 11.30 siang.

Kapal ini memang hanya mengantar warga Pulau Moyo yang ingin berbelanja di pasar Sumbawa. Penumpang umum boleh ikut kapal motor mereka dengan tarif mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per orang. Waktu tempuh ke Pulau Moyo dari Pulau Sumbawa sekitar dua jam.

Jika naik kapal rakyat, Anda harus menginap di Pulau Moyo karena kapal baru berlayar lagi ke Sumbawa keesokan harinya. Jika ingin kembali ke Pulau Sumbawa pada hari itu juga, Anda harus menyewa perahu motor nelayan setempat dengan tarif Rp 400.000-Rp 600.000, bergantung tawar-menawar dengan pemilik kapal.

Selain transportasi umum, wisatawan bisa juga menyewa kapal motor cepat (speed boat) milik swasta dengan waktu tempuh 30 menit, tapi biayanya pergi-pulang (PP) Pulau Moyo-Sumbawa sekitar Rp 3 juta. Dengan kapal motor cepat itu, wisatawan bisa mengelilingi Pulau Moyo seharian penuh. Atau transportasi khusus yang disediakan oleh Amanwana Resort untuk tamu-tamu mereka.

Titik penyeberangan lainnya ke Pulau Moyo adalah Ai Bari yang terletak di Utara Pulau Sumbawa dengan menempuh perjalanan sepanjang 20 km dari Sumbawa Besar. Dari Ai Bari menuju Pulau Moyo, bisa menggunakan speed boat yang lebih mahal tapi lebih cepat, atau kapal ketinting yang lebih murah dan lebih lambat.

Di Pulau Moyo tidak ada akomodasi lain selain Amanwana. Jika ingin menginap di pulau ini disarankan membawa tenda atau sleeping bag. Namun bisa juga dengan menumpang di rumah-rumah penduduk, biayanya tergantung kesepakan dengan mereka. Jangan khawatir mereka ramah-ramah kok dengan pendatang, bahkan mungkin anda bisa saja gratis numpang di rumah mereka bila sudah cukup kenal tentunya.. :)

Bila anda menjadi tamu Amanwana Resort maka transportasi dan fasilitas akomodasi bukan masalah lagi. Penginapannya berupa tenda-tenda eksklusif setaraf hotel bintang lima dengan tarif semalam sekitar $800.

Sumber: wisatapulaumoyo.blogspot.com



luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com